
Cara Membuat CV yang Lolos ATS dan Benar-Benar Dibaca Rekruter
Pelajari cara membuat CV yang lolos screening ATS dan sampai ke meja rekruter. Panduan langkah demi langkah untuk job seekers di 2026.
Kenapa Kebanyakan CV Nggak Pernah Sampai ke Mata Manusia
Kamu bisa jadi kandidat yang sempurna. Tapi kalau CV kamu nggak bisa lolos ATS, nggak akan ada yang tahu.
Applicant Tracking System adalah gatekeeper rekrutmen modern. Sistem ini men-scan, mem-parse, dan meranking CV sebelum rekruter melihat apapun. Perusahaan menggunakannya untuk mengelola ratusan—kadang ribuan—lamaran per posisi.
Hasilnya? Sampai 75% CV terfilter secara otomatis. Bukan karena kandidatnya nggak qualified, tapi karena CV-nya nggak dioptimasi untuk sistem ini.
Di While True Lab, kami membangun tools AI untuk kedua sisi rekrutmen. Ini panduan lengkap cara membuat CV yang works untuk algoritma dan manusia di baliknya.
Yang Perlu Kamu Siapkan
Job posting yang kamu targetkan
Daftar pengalaman kerja, skill, dan pencapaianmu
45-60 menit waktu fokus
Word processor sederhana (Google Docs atau Microsoft Word)
Step 1: Mulai dengan Format yang Bersih dan Simpel
Software ATS membaca CV kamu seperti komputer membaca kode. Format yang kompleks bikin error.
Yang harus dilakukan:
Gunakan layout satu kolom
Pakai font standar (Arial, Calibri, Garamond, Times New Roman)
Set ukuran font 10-12pt untuk body, 14-16pt untuk header
Gunakan header section standar: "Pengalaman Kerja," "Pendidikan," "Skill"
Hindari tabel, text box, gambar, dan grafik
Jaga margin antara 0.5" sampai 1"
Pro tip: Kalau pakai template, tes dulu. Copy-paste teksnya ke plain text editor (seperti Notepad). Kalau hasilnya berantakan, ATS juga bakal kesulitan.
Step 2: Tulis Ringkasan Profesional yang Tertarget
Ringkasan kamu adalah real estate utama—ini salah satu hal pertama yang di-scan ATS dan rekruter.
Yang harus dilakukan:
Batasi 2-4 kalimat
Cantumkan job title yang kamu target
Sebutkan tahun pengalaman
Tambahkan 1-2 pencapaian atau spesialisasi utama
Masukkan 2-3 keyword dari job posting
Contoh:
"Senior Product Manager dengan 7 tahun pengalaman memimpin tim cross-functional di B2B SaaS. Meluncurkan 3 produk yang menghasilkan ARR $4.2M. Spesialisasi di agile development, roadmap planning, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Pro tip: Sesuaikan bagian ini untuk setiap lamaran. Butuh 5 menit dan meningkatkan match score secara signifikan.
Step 3: Mirror Keyword dari Job Description
Sistem ATS mencocokkan CV kamu dengan job posting. Semakin cocok, semakin tinggi skormu.
Yang harus dilakukan:
Baca job description dengan teliti
Highlight skill, tools, dan kualifikasi yang berulang
Gunakan frasa yang persis sama kalau memungkinkan (misal "project management" bukan "mengelola proyek")
Cantumkan versi lengkap dan singkatan (misal "Search Engine Optimization (SEO)")
Distribusikan keyword secara natural di seluruh CV—bukan cuma di bagian skill
Di mana menempatkan keyword:
Ringkasan profesional
Bullet point pengalaman kerja
Bagian skill
Sertifikasi (kalau ada)
Pro tip: Jangan keyword stuffing. Kalau sebuah skill muncul 3 kali di CV tapi kamu nggak bisa jelasin saat interview, ini bakal backfire.
Step 4: Struktur Pengalaman Kerja untuk Dampak Maksimal
Bagian ini punya bobot paling besar. Pastikan setiap bullet berarti.
Yang harus dilakukan:
Urutkan pengalaman secara reverse chronological (terbaru dulu)
Cantumkan nama perusahaan, job title, lokasi, dan tanggal
Gunakan 3-5 bullet point per posisi
Mulai setiap bullet dengan action verb yang kuat
Ikuti formula: Aksi + Tugas + Hasil
Contoh lemah:
"Bertanggung jawab mengelola akun media sosial perusahaan
Contoh kuat:
"Meningkatkan followers Instagram perusahaan dari 12K ke 89K dalam 10 bulan, mendorong kenaikan 47% traffic referral ke website
Action verb yang efektif: Memimpin, Meluncurkan, Meningkatkan, Mengurangi, Membangun, Mendesain, Mengimplementasi, Mengoptimasi, Menyampaikan, Mengelola, Membuat, Menegosiasi, Menyederhanakan
Pro tip: Kuantifikasi sebisa mungkin. Angka menarik perhatian algoritma ATS dan mata manusia.
Step 5: Bangun Bagian Skill yang Mudah Di-Scan
Bagian skill khusus membantu ATS mengidentifikasi kompetensimu dengan cepat.
Yang harus dilakukan:
Buat list dengan bullet atau dipisah koma
Kelompokkan skill berdasarkan kategori kalau banyak (Technical Skills, Soft Skills, Bahasa)
Prioritaskan skill yang disebut di job posting
Cantumkan tools, software, metodologi, dan sertifikasi
Hapus skill yang sudah usang atau terlalu basic (Microsoft Word, email, "computer proficient")
Contoh format:
Technical Skills: Python, SQL, Tableau, Google Analytics, A/B Testing, Data Visualization
Metodologi: Agile, Scrum, Design Thinking, Lean Six Sigma
Bahasa: Bahasa Indonesia (Native), English (Professional), Mandarin (Conversational)
Pro tip: Kalau sertifikasi punya tanggal kadaluarsa, cantumkan. Sistem ATS kadang memfilter credential yang masih berlaku.
Step 6: Optimalkan Bagian Pendidikan
Jaga bagian ini tetap straightforward kecuali kamu fresh graduate.
Yang harus dilakukan:
Cantumkan gelar, nama institusi, dan tahun lulus
Tambahkan mata kuliah relevan hanya kalau kamu entry-level atau career switch
Cantumkan IPK hanya kalau bagus (3.5+) dan lulus dalam 3 tahun terakhir
List sertifikasi secara terpisah atau di bawah Pendidikan
Contoh:
Sarjana Marketing Universitas Indonesia, 2019
Sertifikasi:
Google Analytics Certified (2025)
HubSpot Inbound Marketing (2024)
Pro tip: Untuk profesional senior, pendidikan bisa di bagian bawah. Pengalamanmu lebih penting.
Step 7: Simpan dan Beri Nama File dengan Benar
Langkah terakhir sering diabaikan—padahal penting.
Yang harus dilakukan:
Simpan sebagai .docx untuk upload ATS (kecuali PDF diminta secara spesifik)
Kalau submit PDF, pastikan berbasis teks (bukan gambar scan)
Beri nama file secara profesional:
NamaDepan_NamaBelakang_CV.pdfHindari karakter spesial, spasi, atau nomor versi di nama file
Pro tip: Beberapa sistem ATS menampilkan nama file ke rekruter. "Budi_Santoso_Product_Manager.pdf" terlihat lebih profesional daripada "cv_v3_FINAL_beneran.docx"
Kesalahan yang Harus Dihindari
Menaruh kontak di header atau footer — Banyak ATS nggak bisa membaca area ini. Taruh nama dan kontak di body utama.
Submit PDF berbasis gambar — Kalau kamu desain CV di Canva atau Photoshop dan export sebagai gambar, ATS nggak bisa membacanya sama sekali.
Memasukkan foto — Kecuali diminta secara spesifik, foto bisa menyebabkan error parsing dan memperkenalkan bias.
Pakai judul section yang kreatif — "Jejak Kontribusiku" memang catchy, tapi ATS mencari "Pengalaman Kerja."
Hasil yang Bisa Kamu Harapkan
CV yang dioptimasi untuk ATS dengan benar biasanya mengalami:
Callback rate 40-60% lebih tinggi dibanding CV yang nggak dioptimasi
Match score lebih baik untuk posisi yang relevan
Waktu lebih cepat untuk dapat interview bagi job seeker aktif
Perubahan terbesar? Kamu berhenti bertanya-tanya kenapa nggak ada kabar. CV kamu benar-benar dilihat.
Siap Cek Apakah CV Kamu Lolos ATS?
Membuat CV yang ATS-friendly adalah step satu. Tahu persis bagaimana skornya terhadap job posting yang sebenarnya adalah step dua.
Autoditerima menganalisis CV kamu terhadap target posisimu, mengidentifikasi masalah kompatibilitas ATS, dan memberikan perbaikan spesifik. Kamu juga bisa latihan interview dengan simulasi AI yang disesuaikan dengan posisi targetmu.
FAQ
Q: Lebih baik pakai resume builder atau bikin sendiri?
A: Keduanya bisa, selama hasilnya ATS-friendly. Tes template apapun dengan paste ke plain text—kalau formatnya rusak, ATS juga bakal kesulitan.
Q: Bagaimana tahu kalau CV sudah lolos ATS?
A: Kamu nggak bisa tahu pasti kecuali perusahaan memberitahu. Tapi tools seperti Autoditerima bisa memberikan skor CV kamu terhadap job description untuk memperkirakan kompatibilitas.
Q: Apakah CV satu halaman masih wajib?
A: Untuk kebanyakan profesional dengan pengalaman di bawah 10 tahun, iya. Profesional senior bisa pakai dua halaman. Aturan utamanya: setiap baris harus menambah value.
Q: Apakah harus menyertakan cover letter?
A: Kalau aplikasinya memperbolehkan, iya. Beberapa sistem ATS juga mem-parse cover letter, dan ini kesempatan tambahan untuk memasukkan keyword relevan dan menunjukkan ketertarikan genuine.
Q: Bisa pakai CV yang sama untuk semua lamaran?
A: Kamu bisa pakai CV dasar yang sama, tapi selalu sesuaikan ringkasan dan keyword untuk setiap posisi spesifik. CV generik jarang dapat skor cukup tinggi untuk lolos filter ATS yang kompetitif.